Banner 468 x 60px

Sabtu, 14 Januari 2017

Kisi-Kisi Ujian Sekolah/Madrasah Tahun 2017 lengkap

0 komentar
Tahun pelajaran baru semester-2 sudah dimulai. Tahukah anda ? Bagi Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang anaknya sudah kelas-6, hari ini sudah mulai tegang dengan persiapan ujian akhir sekolah. Tenang saja buat mereka agar tetap dalam suasana nyaman dalam keluarga. Artinya mereka tidak perlu selalu diberikan kalimat-kalimat yang menambah beban psikologis mereka. Dampingi anak-anak dengan kata-kata yang sejuk dan memberikan semangat. Anak-anak adalah anak-anak, jangan paksa mereka agar menjadi seperti kita sebagai orang tua. Mereka punya garis masa depannya sendiri, dan tidak harus sama dengan kita.

Jika Anda sebagai orang tua yang berkarier, berpangkat, bermartabat, bergelimang segala macam, yakinlah bahwa anda tidak akan bisa menempelkan lukisan tersebut pada anak kita. Jika itu anda lakukan maka yang akan anda dapatkan adalah marah, emosi, dan menjadi terlihat hilang ikhlasnya terhadap kehadiran anak. Yang lebih fatal lagi,  bisa sakit mendadak yang justru berakibat tidak bisa mendampingi anak.

Untuk kepentingan ujian sekolah, semua guru sudah menyiapkan segalanya untuk anak anda, jangan khawatirkan itu.  Tapi kembali kepada wadah yang sudah diberikan oleh Allah kepada setiap manusia.

Namun demikian bukan berarti kita tidak harus berusaha. Usaha "Harus" tetap dilakukan. Salah satunya kita bantu anak-anak dengan buku-buku yang sesuai dan dianjurkan oleh gurunya.dan awasi mereka dengan penuh kasih sayang.

Bantuan kedua, jika anda mampu untuk menterjemahkan rambu-rambu dalam belajar, anda bisa menyimak kisi-kisi ujian sekolah yang diberikan oleh pemerintah.

Untuk mengetahui kisi-kisi Ujian Sekolah SD/MI silahkan dapatkan DISINI.
Selamat mendampingi anak-anak kita semoga sukses.

Terima kasih telah singgah ke tempat ini. Jangan lupa tinggalkan pesan!
Lengkapnya...

Sabtu, 31 Desember 2016

Perjalanan Ke Kaki Langit Memburu Blue Fire di Kawah Ijen (Bagian-4 Tamat)

0 komentar
Setelah merasa puas dengan pemandangan pagi, tepat pukul 7.00 WIB, nampak para pendaki dan kami juga mulai meninggalkan puncak Ijen. Sepanjang perjalanan pagi itu, barulah kami menyadari betapa beratnya perjalanan malam tadi setelah tahu  jalur yang sebenarnya pagi itu, memang sangat terjal, pantas saja napas kami ter-engah-engah. Ternyata kiri kanan kami jurang yang tidak nampak batasnya, minggir dikit dijamin byuuur!
Jalur pendakian yang terjal di puncak Ijen.
Sepanjang perjalanan pulang itu kita bisa action (tapi awas jatuh) untuk menambah deretan album wisata kita. Gambar-gambar alamnya woow...kelas dunia:
cerianya "si kembar" di jalur pulang puncak Ijen
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dalam kisah perjalanan ini diantaranya:
Bukan sesuatu yang mudah untuk sampai pada titik puncak kehidupan, kita harus melaluinya dari bawah, merangkak, berjalan, berlari, terkadang istirahat untuk mengatur strategi. Sesungguhnya tidak ada kamus gagal dalam hidup, yang ada adalah seberapa besar niat kita untuk mengejarnya. Saat kita di atas, kita melihat orang lain kecil bagaikan deretan botol, tapi ingat, kiri kanan kita adalah jurang teramat dalam yang jika salah sedikit kita melangkah mereka siap membenamkan kita ke dasar kehidupan yang manusia tidak bisa melihatnya lagi.

Saya terinspirasi juga pada teman-teman seperjalanan  malam itu yang berasal dari luar negeri (kalau menilik bahasanya sepertinya berasal dari Belanda) langkahnya begitu keras, tak banyak bicara meskipun rombongan mereka banyak. Sepertinya mereka tak pernah melihat kesulitan yang ada di depannya sebagai sebuah hambatan. Bahkan lebih ekstrim lagi, ketika orang-orang di sekitarnya (termasuk saya) terkapar dan sibuk mencari masker untuk perlindungan dari asap belerang menyengat,  Lhah... mereka malah tidak pakai masker. Saya sempat bicara dalam hati  "Luar biasa...Gila ini orang!!".
Dan ternyata, itulah yang membedakan kita dengan teman-teman kita dari luar negeri tersebut. Mereka selalu tegap perkasa menatap apa yang ada di depannya, tak pernah cengeng menghadapi tantangan. Saya tidak sekalipun melihat mereka pijat-pijat kaki, merintih-rintih berharap pertolongan meskipun bawaan mereka cukup besar untuk ukuran kita di Indonesia. Sehingga pantas jika mereka selalu selangkah di depan kita dalam segala hal.

Yach..."mereka adalah mereka, kita adalah kita".  Dan kita adalah "Bangsa Pejuang" pantang menyerah. Meskipun banyak juga yang menyerah di seperempat perjalanan, itulah gambaran kita yang harus jujur diakui.
Akhirnya, Ambil yang bermanfaat, lempar yang mudarat. "Satu jari menghujat, empat jari melaknat" (pada diri kita sendiri)

Jumpa pada petualangan berikutnya InsyaAlloh. Jangan lupa berikan komentar apa saja!


Lengkapnya...

Jumat, 30 Desember 2016

Perjalanan Ke Kaki Langit Memburu Blue Fire di Kawah Ijen (Bagian-3)

0 komentar
Setelah perjalanan nekat yang melelahkan, Tim kami sudah sampai di puncak (katanya bapak penjual souvenir).karena kami sendiri belum bisa melihatnya. Sekitar 45 menit kami duduk-duduk merenungi rasa lelah, barulah tanda-tanda titik lokasi kami  berdiri sudah mulai terdeteksi.
Woooow! menakjubkan di kiri kanan kami nampak raksasa yang sedang tidur diselimuti kabut.

Kenampakan puncak Ijen di saat subuh
Woooow!  ternyata kami memang sudah ada di kaki langit. Suara tepuk tangan dan decak kagum dari orang-orang yang baru bangun dari tidurnya sontak menghiasi suasana di kaki langit pagi itu.

Kenampakan Langit pagi di puncak Ijen
Warna-warna siluet yang mengagumkan mulai membuat lupa arti kelelahan saat berjuang dalam perjalanan malam di lereng terjal.

Siluet di kaki langit Ijen
Semakin terang cahaya semakin terbuka tirai keindahannya. Pesona Ijen dan bau khas belerang memang sulit untuk dilupakan, walaupun seandainya ingin mengulangi lagi peristiwa itu harus diawalai dengan kata "byuuhh" siapkan napas panjang dan tukang pijit langganannya.

Dalam suasana matahari pagi sejauh mata memandang tak ada sedikitpun cela dari alam ciptaan Tuhan ini.
Woooow! ini aslinya saat kita berada di kaki langit puncak Ijen di pagi hari.
pendaki di punggung puncak ijen, Banyuwangi

Kenampakan kawah Ijen di pagi hari

 Agar lengkap ceritanya silahkan meneruskan ke bagian terakhir  klik DISINI

Lengkapnya...

Kamis, 29 Desember 2016

Perjalanan ke Kaki Langit Memburu Blue Fire di Kawah Ijen (Kisah Perjalanan Bag.2)

0 komentar
Bayangan kita tentang mendaki gunung pastilah seru, lelah, tapimengasikkan. Tepat pukul sepuluh malam, kami antre tiket untuk masuk. Antrean sudah mengular panjang pertanda awal perjuangan akan dimulai. Dengan harga tiketnya Rp.7500, per orang ditambah parkir kendaraan Rp 10.000,- kami siap untuk berangkat. Tidak lupa berdoa dan beberapa bekal kami siapkan. Untuk sekedar tahu bagi yang belum pernah mencoba, beberapa bekal kita antara lain :
1. Senter atau yang lainnya yang berfungsi untuk penerangan, karena jalannya jelas tidak ada listrik seperti di jalanan kota.
2. Air minum minimal satu orang satu botol air mineral meskipun cuaca sangat dingin.
3. Baju hangat untuk sekedar menahan angin gunung yang sangat kencang.
4. Gunakan sepatu yang tidak licin, disarankan tidak pakai sandal jepit karena dijamin pasti putus tinggal telapak kakinya.
5. Siapkan masker satu orang lebih dari satu lembar.
6. Jangan lupa makanan atau minuman yang mengandung energi dan cepat diserap oleh tubuh.


Kembali ke cerita awal, Setelah antre tiket dan persiapan kembali kita antre mengular di pintu masuk untuk mulai perjalanan. Suasana malam itu sangat ceria, bercanda sambil cerita disepanjang jalan awal yang belum begitu menanjak. nampak pohon pinus berjajar di kegelapan malam. Udara yang awalnya sangat dingin sudah mulai berubah sedikit hangat. Nampaknya bukan udaranya yang hangat melainkan badan kita yang sudah mulai berkeringat.

Perjalanan tahap kedua dimulai, kemiringan jalan sudah mulai terasa. Suasana pejalan kaki yang jumlahnya ratusan orang sudah mulai berubah sunyi. Cerita dan canda-canda awal sudah sepi. Sebaliknya suara-suara aneh mulai terdengar: " huh...huh...huh....", "Oee tunggu..!, airnya mana?", "Brenti bentar bang!" "mana yang lainnya" dan masih banyak lagi suara serupa itu.

Tanjakan awal sudah kami lampaui. Pertanda buruk, tantangan semakin berat, tandanya di tepi-tepi jalan sudah mulai terlihat beberapa kelompok orang pekerja tambang belerang. Mereka sengaja menawarkan jasa angkutan orang untuk sampai di puncak dengan menggunakan troli (atau bahasa saya namanya gerobak), lumayan sih harga yang ditawarkan untuk sampai ke puncak setiap orang berkisar antara Rp 300.000,- atau bisa jadi sampai Rp.600.000. (mungkin dilihat dari berat badan calon penumpangnya, kalo badannya sebesar gardu harganya bisa jauh bertambah) Harga segitu pantas juga rasanya karena mereka harus bekerja secara tim, dua orang di depan menyeret dan satu orang di belakang sebagai driver merangkap sebagai tukang dorong. Sehingga dalam satu Tim ada tiga orang yang harus kompak.
Di area tanjakan kedua ini sudah mulai nampak beberapa pendaki yang lempar handuk alias Ampuuun.... terutama yang postur tubuhnya agak tidak seimbang (kegemukan, banyak lemak,dll)

Tantangan di tanjakan berikutnya, wow..... air sebotol sudah mulai habis, jalan setapak begitu dekat dengan mata. dan lebar jalan sudah mulai menyempit, hanya cukup untuk berjajar empat orang, kalau lebih... Pluung!. Di tanjakan ini harus ekstra teliti, gak kuat berhenti, ambil nafas kumpulkan tenaga lagi, jalan lagi. gak kuat lagi minggir lagi. Enam sampai tujuh langkah berhenti gak apa-apa, gak perlu malu karena yang lain juga begitu. Di tanjakan tahap kedua ini oksigen mulai menipis sehingga terasa pernapasan agak berat. angin sangat kencang tapi tidak terasa dingin. karena sudah kalah dengan keringat yang bercucuran.
Suasana tanjakan di punggung Ijen.

Setelah lepas dari tanjakan kedua kita sudah mulai lega karena malam gelap itu sudah mulai terasa ada jalan yang berjenis datar, nanjak lagi datar lagi begitu seterusnya sampai akhirnya masuk tantangan berikutnya. Angin berbau busuk mulai menerpa. Kalau yang tidak pernah mengenal dikira ada telur busuk atau ada teman lain yang sedang kentut. Semakin jauh kita berjalan bau semakin menyengat. empat lembar masker biasa tidak mampu untuk membendung bau ditambah rasa perih di mata yang semakin hebat. Suasana bahaya yang kami rasakan malam itu semakin terasa. Tapi jangan khawatir karena sudah diantisipasi oleh orang-orang yang menawarkan masker yang lebih kuat menahan gempuran asap belerang. "Masker ini menggunakan filter berbahan batu bara dan sudah diujicoba aman" Katanya si bapak. Mereka mematok harga Rp.25.000,- untuk satu masker. Kalau jumlahnya banyak biasanya bisa ditawar untuk sekedar mendapat diskon.

Masker khusus untuk menahan gempuran asap belerang kawah Ijen.
Tanpa pikir panjang kami langsung pakai dulu sebelum pingsan, baru bisa ambil uang di dompet dengan suasana sedikit tenang. Memang benar nafas kami agak sedikit lega meskipun agak ribet.

Setelah menggunakan masker itu baru kami sadar bahwa posisi kami sudah berada di puncak berdasarkan keterangan dari bapak penjual souvenir yang kami tanya, meskipun kami belum melihat kenampakan apapun selain lampu-lampu senter dari para pendaki yang mengular mengikuti bentuknya punggung gunung.
Beberapa kelompok pendaki sudah terlihat duduk-duduk bahkan sudah ada yang bergelimpangan dengan tikar batu dan berbantal rangsel. Nggak peduli dengan angin dan dingin nampaknya mereka sedang bermimpi di hotel berbintang.
Melepas lelah di puncak Ijen, Banyuwangi.

Berikutnya adalah tantangan terakhir "Memburu Api Biru" tantangan ini khusus bagi yang masih mempunyai tenaga ekstra karena kita harus turun ke bibir kawah yang lumayan terjal sejauh 800 meter ke bawah dari puncak Ijen. Bagi yang ingin melakukan, ada juga orang yang menawarkan sebagai pemandu jalan (mengantar blusukan) sampai ke bibir kawah. tapi bagi yang tidak mampu alias ampuuun.... cukup berdiri di puncak saja biasanya sudah bisa melihat blu fire, meskipun rejeki kita tergantung dari asap belerang yang beredar berdasarkan arah angin yang berhembus.
Jika rejeki anda terang maka akan tampak pemandangan seperti ini:

Blue Fire kawah Ijen Banyuwangi difoto dari puncak.
Kuasa Allah, Hebat kan? Tapi jika rejeki anda buram alias tertutup asap maka pemandangannya persis jika kita sedang memandang tembok rumah kita sendiri. itu yang dinamakan "Apes bin the Sial" Tapi jika mau berjuang 800 meter ke bawah mendekat ke bibir kawah pasti selalu ketemu.

Bagi yang tidak punya tenaga ekstra cukup duduk-duduk menunggu cahaya matahari pagi yang akan mengantarkan kita ke kaki langit.
Dan ternyata Woooowww....!!!!

Ikuti kelanjutannya pada episode kisah perjalanan ke Kaki Langit bagian -3.


Lengkapnya...

Senin, 26 Desember 2016

Perjalanan ke Kaki Langit memburu Blue Fire di Kawah Ijen (kisah perjalanan Bag.1)

0 komentar
Sebetulnya malam ini aku sudah merasa ngantuk dan ditambah keju-keju linu terutama di kedua kaki. Tapi karena perasaan senang, sehingga perlu segera aku bagikan untuk teman-teman yang lain.
Mungkin bagi sebagian teman yang biasa dengan perjalanan alam yang menantang, tulisan ini bukanlah hal yang istimewa, tapi bagi yang belum pernah dan ingin mencoba rasanya cerita ini bisa sedikit dijadikan bahan referensi.
Bibir Kawah Ijen Banyuwangi, Jawa Timur.
Kawah Gunung Ijen letaknya di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso di Jawa Timur, Indonesia. Dengan keunikan khusus yaitu munculnya api biru (blue fire) sehingga tempat ini merupakan salah satu tempat yang layak dimasukkan ke dalam daftar kunjungan wisata menantang untuk keluarga atau teman-teman dekat (cie...promosi nih). Tapi bukan masalah ini yang ingin dibahas dalam kesempatan kali ini. Karena kalimat seperti ini sudah ditangani oleh instansi terkait. sehingga tulisan ini hanya akan mengungkap pengalaman pribadi yang mungkin ada sisi lain yang bisa diambil manfaatnya oleh sobat-sobat sekalian.

Untuk teman dan sobat yang butuh informasi sederhana, untuk menuju ke Kawah Ijen sejauh ini yang paling mudah adalah lewat Kota Banyuwangi, akses jalan lumayan bagus, petunjuk jalur ke lokasi lumayan jelas, gak usah takut kesasar ke tempat lain, lagian banyak penginapan di samping kiri kanan jalan yang bisa digunakan untuk sobat-sobat yang datang dari luar daerah.

Perburuan terhadap blue fire hanya bisa dilakukan pada malam hari. nah, berbekal informasi itulah akhirnya petualangan alam di malam hari mulai dilakukan.

Saat itu jarum jam menunjuk pada angka 21.00 WIB atau jam 9 malam, kita meninggalkan kota Banyuwangi menuju ke arah barat menembus pekatnya malam lewat jalur aspal yang penuh tanjakan. Setengah jam kemudian sudah disuguhi dengan adegan yang mendebarkan. Mobilnya mundur dari ketinggian tanjakan dengan kemiringan  45 derajat gara-gara telat mengoper gigi frosneling, maklumlah kebanyakan jalannya setelah menanjak langsung menikung super tajam.Untunglah sesama teman dalam perjalanan ringan tangan untuk membantu meskipun terpaksa harus bongkar penumpang (terima kasih ya kakak, aku gak kenal orangnya) selesai debaran pertama.

Baca juga : Perjalanan ke Kaki Langit bagian-2

Pukul sepuluh malam kami masuk ke tempat parkir di lokasi awal namanya Pos Pal Tuding. Disinilah pusat berkumpulnya para petualang mulai dari yang senior sampai yang baru belajaran. Mulailah muncul lagi Betapa serunya. Ternyata sudah berkumpul ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan berbagai letter nomor kendaraan. Penghuninya ada yang berbahasa Jawa, bahasa Madura, Berbahasa Sunda, Belanda, Inggris ada juga yang berbahasa Jepang.betul-betul campur aduk dalam suasana Global.

Sejenak kami istirahat numpang di sisi api unggun yang nampaknya sudah ada yang menyiapkan sejak sore. Sebenarnya aku ingin tidur sejenak untuk memengumpulkan tenaga, tapi tidak bisa karena dimanapun tempatnya terasa Nyeeesss...! sekitar 18 derajat. embun dan kabut selimut malam kita.

Sementara capek dulu .... dilanjutkan pada bagian ke-2 besok. ikuti terus ya!
Lengkapnya...

Senin, 12 September 2016

Info Persiapan Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2017 - (2)

2 komentar
Selamat Malam Bapak Ibu Guru di Seluruh Indonesia!!   Tetap Semangat..!

Melanjutkan Pembahasan saya yang kemarin tentang tindak lanjut dari hasil UKG yang telah diumumkan. Kali ini saya akan membagikan beberapa hal yang mudah-mudahan berguna meskipun hanya sebagai pencerahan saja. langsung saja ke alamat masalah:

1).  Setelah kita mengetahui nilai yang diterbitkan secara terbatas kepada masing-masing guru, kita bisa menghitung berapa Kelompok Kompetensi (KK) yang jeblok alias mengalami kegagalan, barulah pemerintah melalui  P4TK mengambil tindakan untuk melakukan terapi. Terapi itu sendiri akan dilangsungkan sampai akhir tahun 2016 (Kalo selesai), sehingga praktis selama tahun 2016 ini dijamin tidak ada UKG. Terus UKG-nya lagi kapan? Yang jelas setelah dilakukan terapi yah sekitaran tahun 2017.
Bentuk terapinya seperti apa? ini dia:

   a) Jika yang warna merahnya ada 8-10 (kebakaran lahan gambut) maka terapinya full dengan cara tatap muka.
   b) Jika merahnya 6-7 KK,cara terapinya adalah dengan Tatap muka yang digabung dengan online atau istilah yang dipakai adalah Daring (dalam Jaringan) Metode ini merupakan gabungan satu hari pertemuan dilanjutkan dengan 4 hari moda Daring dan satu hari pertemuan lagi, dam seterusnya sampai tuntas.
  c) Jika yang Merah skala lokal 3-5 KK maka bentuk terapinya adalah Daring Penuh. Artinya semua dilakukan secara Daring penuh (full online).
  d) Jika yang kobongan 0-2 KK, terapi juga, tetapi setelah itu ditugaskan membantu teman-teman yang lain dengan menjadi Mentor atau pendamping  (bukan mbentol lho).

ini contohnya:

2)  Terus berikutnya langkah kita seperti apa?
      1) Ikuti pemerintah:  setiap program yang diluncurkan pasti ditindaklanjuti dan pasti akan dilekatkan
         dengan konsekwensi yang akan diterima.
      2) Kalo belum punya, segera beli Laptop, buka, dan belajar.
      3) Usahakan untuk bisa punya jaringan internet.
      4) Belajar dan terus belajar (Long Life Edication)

3)  Info lain-lain akan terus kita sampaikan jika ada yang terbaru. Ingat perubahan selalu ada dan akan terus terjadi.Kita tidak perlu alergi terhadap perubahan. Anak-anak Indonesia sebagai garda terdepan penerus bangsa harus lebih diutamakan.

Terima kasih telah meluangkan waktu dan membaca sekilas infonya karena tak terasa kopinya dah habis.  Kabuuuur!

Jangan lupa tinggalkan komennya.

Baca juga : Info Persiapan UKG 2017 (1)


Lengkapnya...

Minggu, 11 September 2016

Info Persiapan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2017- (1)

0 komentar
Selamat malam, Bapak/Ibu Guru di seluruh Indonesia!!

Pada awal bulan Agustus 2016, pendidik Indonesia disibukkan dengan berbagai informasi seputar Uji Kompetensi Guru dan tindak lanjut pemerintah terhadap hasil UKG yang telah dilaksanakan oleh guru pada tahun sebelumnya. Untuk menambah pengetahuan kita tentang hal tersebut berikut ini saya akan berbagi beberapa Informasi kepada anda, semoga bermanfaat :

1.  Pada tahun 2015 yang lalu, dilakukan Uji Kompetensi bagi Guru di semua jenjang dengan sistem online. Bahasa pemerintah saat itu bukan untuk menguji, melainkan hanya sebagai bahan pemetaan  sejauh mana kemampuan guru, dibagian mana kekurangan guru, dan obat apa yang tepat untuk diberikan jika ternyata mengalami kekurangan.

2.  Satu tahun kemudian (2016) munculah hasil dari UKG online dalam bentuk nilai yang terinci dan terpilah-pilah dalam 10 Kelompok Kompetensi (KK) masing-masing sbb:
1. KK- A : Tentang Karakteristik dan pengembangan potensi Peserta Didik
2. KK-B  : Tentang Dasar Pembelajaran yang Mendidik.
3. KK-C  : Tentang Pengembangan Kurikulum
4. KK-D  : Tentang Pembelajaran yang Mendidik
5. KK-E  : Tentang TIK dalam Pembelajaran
6. KK-F  : Tentang Potensi Peserta Didik
7. KK-G  : Tentang Komunikasi yang efektif
8. KK-H  : Tentang Penilaian Pembelajaran
9. KK-I   : Tentang Manfaat Penilaian dalam Pembelajaran
10.KK-J  : Tentang Refleksi Pembelajaran.

3.  Pada setiap Kelompok Kompetensi terdapat 2 unsur kemampuan yang diujikan yaitu:
a) Kemampuan PROFESIONAL yang berisi materi pembelajaran yang harus dikuasai guru; dan
b) Kemampuan PEDAGOGIK yang berisi materi Ilmu Guru dalam menyampaikan pembelajaran.

4. Dari 2 kemampuan yang diujikan tersebut (Profesional dan Pedagogik) maka muncul nilai seperti yang telah anda terima melalui server Dirjen GTK-Kemendikbud, di http://gurupembelajar.id.
Contohnya seperti ini :




Nah Kelihatan kan.... dari 10 KK yang diujikan, ada warna merahnya, berarti warna merah tersebut dianggap sebagai penyakit  yang harus diobati. Bagaimana dan dengan cara apa yang harus dilakukan untuk mengobati penyakit tersebut, ikuti terus pada info selanjutnya. karena ini udah malam... ngantuk...!

Jangan lupa berikan komentar untuk halaman ini!
Penting dan wajib dibaca juga : Info Persiapan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2017- (2)
Lengkapnya...

Minggu, 21 Februari 2016

Hasil Try Out Ujian Sekolah 2016

0 komentar
Try Out Ujian Sekolah Bangkit Prestasi Tahun 2016 yang diselenggarakan Genteng 21 Pebruari 2016. Diikuti oleh Siswa-siswi SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini dibuka oleh Kabid TK/SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Bpk.Hamami, ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada peserta terjauh.




Beberapa ketentuan dari panitia lomba adalah:
1. Jika terdapat jumlah nilai yang sama maka, peringkatnya ditentukan dari Nilai Mapel MATEMATIKA.
2. Jika Nilai matematika sama maka ditentukan berdasarkan nilai Mapel IPA.


Kejuaraan diambil  10 terbaik yang berhak mendapatkan Piala, piagam dan hadiah uang pembinaan dari  Paguyuban KKG Kabupaten Banyuwangi, yang diserahkan langsung  oleh ketua Paguyuban KKG, Bpk. Budiyanto,S.Pd, M.Pd.




Selengkapnya tentang hasil lomba
Silahkan klik disini
Lengkapnya...

Kamis, 18 Februari 2016

Contoh soal menentukan Persamaan atau Perbedaan Isi Paragraf, US SD/MI 2016

1 komentar

22. Perhatikan paragraf berikut ini!
Paragraf -1

Hutan Lindung juga berfungsi sebagai penampung air di musim hujan. Air yang terserap kemudian dilepas sedikit demi sedikit melalui mata air. Selain itu, hutan lindung juga menjaga suhu udara tetap lembab, sehingga tidak terjadi kekeringan.


Paragraf- 2
Di kota-kota besar, para pemulung berjasa besar. Mereka memilah-milah sampah menurut jenisnya. Barang-barang itu kemudian dijual di pabrik-pabrik. Tanpa disadari mereka berperan besar mengurangi polusi lingkungan.

Kedua paragraf tersebut memiliki kesamaan yaitu ....
A. Kedua teks bertema Kesehatan masyarakat
B. Sama-sama bertema Lingkungan
C. Sama-sama membicarakan tentang daur Daur ulang
D. Sama membahas tentang cara mengolah Sampah

Isi kedua Paragraf di atas  memiliki perbedaan yaitu:
Paragraf-1 membicarakan tentang lingkungan yang berfokus pada masalah hutan. sedang paragraf ke-2 membicarakan tentang lingkungan yang berfokus pada lingkungan kota.
sehingga perbedaannya : Paragraf-1 menceritakan lingkungan hutan sedangkan paragraf-2 menceritakan tentang lingkungan kota. Tetapi kedua paragraf di atas memiliki kesamaan yaitu keduanya berbicara tentang Lingkungan.

Sehingga jawaban untuk soal di atas adalah : B

Semoga bermanfaat...!
Lengkapnya...