Home » » Perjalanan ke Kaki Langit memburu Blue Fire di Kawah Ijen (kisah perjalanan Bag.1)

Perjalanan ke Kaki Langit memburu Blue Fire di Kawah Ijen (kisah perjalanan Bag.1)

Posted by bangkitbwi

Sebetulnya malam ini aku sudah merasa ngantuk dan ditambah keju-keju linu terutama di kedua kaki. Tapi karena perasaan senang, sehingga perlu segera aku bagikan untuk teman-teman yang lain.
Mungkin bagi sebagian teman yang biasa dengan perjalanan alam yang menantang, tulisan ini bukanlah hal yang istimewa, tapi bagi yang belum pernah dan ingin mencoba rasanya cerita ini bisa sedikit dijadikan bahan referensi.
Bibir Kawah Ijen Banyuwangi, Jawa Timur.
Kawah Gunung Ijen letaknya di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso di Jawa Timur, Indonesia. Dengan keunikan khusus yaitu munculnya api biru (blue fire) sehingga tempat ini merupakan salah satu tempat yang layak dimasukkan ke dalam daftar kunjungan wisata menantang untuk keluarga atau teman-teman dekat (cie...promosi nih). Tapi bukan masalah ini yang ingin dibahas dalam kesempatan kali ini. Karena kalimat seperti ini sudah ditangani oleh instansi terkait. sehingga tulisan ini hanya akan mengungkap pengalaman pribadi yang mungkin ada sisi lain yang bisa diambil manfaatnya oleh sobat-sobat sekalian.

Untuk teman dan sobat yang butuh informasi sederhana, untuk menuju ke Kawah Ijen sejauh ini yang paling mudah adalah lewat Kota Banyuwangi, akses jalan lumayan bagus, petunjuk jalur ke lokasi lumayan jelas, gak usah takut kesasar ke tempat lain, lagian banyak penginapan di samping kiri kanan jalan yang bisa digunakan untuk sobat-sobat yang datang dari luar daerah.

Perburuan terhadap blue fire hanya bisa dilakukan pada malam hari. nah, berbekal informasi itulah akhirnya petualangan alam di malam hari mulai dilakukan.

Saat itu jarum jam menunjuk pada angka 21.00 WIB atau jam 9 malam, kita meninggalkan kota Banyuwangi menuju ke arah barat menembus pekatnya malam lewat jalur aspal yang penuh tanjakan. Setengah jam kemudian sudah disuguhi dengan adegan yang mendebarkan. Mobilnya mundur dari ketinggian tanjakan dengan kemiringan  45 derajat gara-gara telat mengoper gigi frosneling, maklumlah kebanyakan jalannya setelah menanjak langsung menikung super tajam.Untunglah sesama teman dalam perjalanan ringan tangan untuk membantu meskipun terpaksa harus bongkar penumpang (terima kasih ya kakak, aku gak kenal orangnya) selesai debaran pertama.

Baca juga : Perjalanan ke Kaki Langit bagian-2

Pukul sepuluh malam kami masuk ke tempat parkir di lokasi awal namanya Pos Pal Tuding. Disinilah pusat berkumpulnya para petualang mulai dari yang senior sampai yang baru belajaran. Mulailah muncul lagi Betapa serunya. Ternyata sudah berkumpul ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan berbagai letter nomor kendaraan. Penghuninya ada yang berbahasa Jawa, bahasa Madura, Berbahasa Sunda, Belanda, Inggris ada juga yang berbahasa Jepang.betul-betul campur aduk dalam suasana Global.

Sejenak kami istirahat numpang di sisi api unggun yang nampaknya sudah ada yang menyiapkan sejak sore. Sebenarnya aku ingin tidur sejenak untuk memengumpulkan tenaga, tapi tidak bisa karena dimanapun tempatnya terasa Nyeeesss...! sekitar 18 derajat. embun dan kabut selimut malam kita.

Sementara capek dulu .... dilanjutkan pada bagian ke-2 besok. ikuti terus ya!


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

http://picasion.com/

Terbaru

    Facebook

    Total Tayangan

    About Me

    Foto Saya
    Paguyuban Kelompok Kerja Guru SD meliputi 24 kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.Lahir 16 Januari 2008. Akta Notaris/PPAT,Muttaqien, S.H. dengan SK Menkeh R.I tanggal 03 Agustus 1992 Nomor C.186.03.01 Tahun 1992.