Home » , » Perjalanan Ke Kaki Langit Memburu Blue Fire di Kawah Ijen (Bagian-4 Tamat)

Perjalanan Ke Kaki Langit Memburu Blue Fire di Kawah Ijen (Bagian-4 Tamat)

Posted by bangkitbwi

Setelah merasa puas dengan pemandangan pagi, tepat pukul 7.00 WIB, nampak para pendaki dan kami juga mulai meninggalkan puncak Ijen. Sepanjang perjalanan pagi itu, barulah kami menyadari betapa beratnya perjalanan malam tadi setelah tahu  jalur yang sebenarnya pagi itu, memang sangat terjal, pantas saja napas kami ter-engah-engah. Ternyata kiri kanan kami jurang yang tidak nampak batasnya, minggir dikit dijamin byuuur!
Jalur pendakian yang terjal di puncak Ijen.
Sepanjang perjalanan pulang itu kita bisa action (tapi awas jatuh) untuk menambah deretan album wisata kita. Gambar-gambar alamnya woow...kelas dunia:
cerianya "si kembar" di jalur pulang puncak Ijen
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dalam kisah perjalanan ini diantaranya:
Bukan sesuatu yang mudah untuk sampai pada titik puncak kehidupan, kita harus melaluinya dari bawah, merangkak, berjalan, berlari, terkadang istirahat untuk mengatur strategi. Sesungguhnya tidak ada kamus gagal dalam hidup, yang ada adalah seberapa besar niat kita untuk mengejarnya. Saat kita di atas, kita melihat orang lain kecil bagaikan deretan botol, tapi ingat, kiri kanan kita adalah jurang teramat dalam yang jika salah sedikit kita melangkah mereka siap membenamkan kita ke dasar kehidupan yang manusia tidak bisa melihatnya lagi.

Saya terinspirasi juga pada teman-teman seperjalanan  malam itu yang berasal dari luar negeri (kalau menilik bahasanya sepertinya berasal dari Belanda) langkahnya begitu keras, tak banyak bicara meskipun rombongan mereka banyak. Sepertinya mereka tak pernah melihat kesulitan yang ada di depannya sebagai sebuah hambatan. Bahkan lebih ekstrim lagi, ketika orang-orang di sekitarnya (termasuk saya) terkapar dan sibuk mencari masker untuk perlindungan dari asap belerang menyengat,  Lhah... mereka malah tidak pakai masker. Saya sempat bicara dalam hati  "Luar biasa...Gila ini orang!!".
Dan ternyata, itulah yang membedakan kita dengan teman-teman kita dari luar negeri tersebut. Mereka selalu tegap perkasa menatap apa yang ada di depannya, tak pernah cengeng menghadapi tantangan. Saya tidak sekalipun melihat mereka pijat-pijat kaki, merintih-rintih berharap pertolongan meskipun bawaan mereka cukup besar untuk ukuran kita di Indonesia. Sehingga pantas jika mereka selalu selangkah di depan kita dalam segala hal.

Yach..."mereka adalah mereka, kita adalah kita".  Dan kita adalah "Bangsa Pejuang" pantang menyerah. Meskipun banyak juga yang menyerah di seperempat perjalanan, itulah gambaran kita yang harus jujur diakui.
Akhirnya, Ambil yang bermanfaat, lempar yang mudarat. "Satu jari menghujat, empat jari melaknat" (pada diri kita sendiri)

Jumpa pada petualangan berikutnya InsyaAlloh. Jangan lupa berikan komentar apa saja!



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

http://picasion.com/

Terbaru

    Facebook

    Total Tayangan

    About Me

    Foto Saya
    Paguyuban Kelompok Kerja Guru SD meliputi 24 kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.Lahir 16 Januari 2008. Akta Notaris/PPAT,Muttaqien, S.H. dengan SK Menkeh R.I tanggal 03 Agustus 1992 Nomor C.186.03.01 Tahun 1992.